detikINET Open Virtual Lab.

about online media and citizen journalism (bahasa indonesia)

Mainstream Media Kok Ngajarin Ngeblog?

Ditulis oleh donnybu di/pada Senin, 22 Mei 2006

Mainstream media (seperti detikinet.com) ngajarin orang untuk ngeblog? So what! Kadang-kadang masih saja ada orang yang bertanya, yang sayangnya dengan intonasi sinis, tentang aktifitas community development (commdev) detikinet yang terkait dengan dunia per-blog-an.

Ya, detikinet sempat beberapa kali mengadakan pelatihan ngeblog buat umum. Sekitar seminggu lalu, di hari sabtu (13/5/2006), berlangsung diskusi serius-santai antara beberapa pentolan milis balita-anda cabang depok dengan wicak (commdev detikinet) dan saya. diskusi berlangsung di kediaman saya, gema pesona – depok.

intinya sih, detikinet ingin memfasilitasi niatan para anggota milis balita-anda (yang anggotanya sudah tidak balita lagi tentunya…..) untuk memahami atau bahkan meningkatkan kemampuan nge-blog mereka. beberapa opsi materi diusulkan, semisal dari sisi teknik dasar membuat blog, mempercantik blog, teknik penulisan, mempromosikan blog, kiat membangun komunitas, hingga masalah hukum terkait.

tentu saja tidak akan semua materi dibahas tuntas. istilahnya, dari detikinet nanti akan memberikan menu pilihan materi. nanti tinggal rekan2 dari milis balita-anda yang akan memilih sesuai dengan kebutuhan mereka.

rencananya pelatihan ngeblog tersebut akan berlangsung pada pertengahan juni 2006, bertempat di ruang diskusi detikinet / detikcom – warung buncit.

kembali ke paragraf di atas, tentang ada saja komentar sinis orang terkait dengan program pelatihan ngeblog oleh detikinet. saya pribadi sebenarnya sudah malas berpolemik.

saya dan tim detikinet lainnya, sejak awal tak pernah melakukan dikotomi ataupun memperuncing perbedaan antara ‘aktifis mainstream media’ (wartawan) dan ‘aktifis blog’ (blogger) dalam perannya menyampaikan informasi kepada masyarakat. jadi, mohon jangan libatkan kami dengan perseteruan banci tersebut! lebih baik tenaga dan pikiran kami digunakan untuk hal-hal yang positif saja.

saya pribadi percaya bahwa ‘mainstream media’ dan ‘blog’ memiliki karakteristik tersendiri, dengan tipikal pembaca yang unik. jadi tak elok rasanya membandingkan keduanya. toh, perbedaan adalah rahmat :)

ok, lalu mengapa detikinet memiliki program pelatihan ngeblog? kalau saya ditanya demikian, maka sebenarnya saya akan jawab bahwa sebenarnya saya punya ide lebih “ekstrim” lagi. saya ingin detikinet memiliki regular course tentang teknik dan strategi membuat/mengolah konten + komunitas sebuah media online.

yang saya impikan, nanti akan lahir “detikinet-detikinet” baru. semakin banyak media online yang setara dengan detikinet, akan makin baik. sebab dengan adanya persaingan, maka kita akan dipaksa untuk terus berkreasi dan berinovasi. tanpa adanya persaingan yang berarti, kita menjadi tak punya tolok ukur, tak termotivasi dan ujung2nya otak jadi melempem!

selain itu, harus sudah ada pihak yang mulai berpikir ke arah ketersediaan konten / informasi secara online. bayangkan saja, nyaris semua stakeholder IT di Indonesia lebih suka berbicara tentang infrastruktur dari backbone hingga lastmile, ketimbang berbicara konten / informasi. setelah nanti “pipa-pipa” tersebut tersambungkan dengan cukup luas dari perkantoran hingga perumahan, dari metropolitan hingga pedusunan, “air” seperti apakah yang akan dialirkan?

masih sangat-sangat minim konten berbahasa indonesia di internet yang isinya benar-benar bermutu dan bermanfaat. naif rasanya jika kita hanya berkutat di urusan infrastruktur. apakah nanti para pengguna internet di indonesia cukup dipuaskan dengan konten2 luar negeri? seberapa cocok konten tersebut dengan kebutuhan lokal? dapatkah anak bangsa mempromosikan potensi aceh hingga papua ke forum internasional melalui Internet?

ok kalau begitu. kemudian, mengapa (bekerjasama) dengan milis balita-anda? tentu tidak hanya dengan milis balita-anda saja. detikinet juga pernah memfasilitasi pelatihan tentang content management system (CMS) dan sms-gateway untuk teman2 organisasi non-pemerintah / LSM. Pematerinya adalah Anton Rahardja, dari ICT Center – Jakarta. acaranya sendiri pada hari sabtu, (20/5/2006).

salah satu komunikasi pemasaran yang sangat ampuh, yang secara teoritis maupun praktis tak disangkal lagi, adalah word-of-mouth. seberapa banyak sih sebenarnya yang benar2 penyuka IT ketimbang masyarakat umum (yang melek Internet)? jadi daripada sekedar berkutat di komunitas yang itu-itu saja, mengapa tak memperluas potential reader dari komunitas lain (yang non-IT)?

jadi mudah2an Anda bisa sepakat dengan saya. yang dilakukan oleh detikinet adalah bagian dari beberapa skenario besar, yaitu (1). menciptakan pesaing yang handal, (2). memberdayakan masyarakat melalui budaya berbagi informasi, (3). merangsang minat masyarakat untuk menjadi information provider di Internet, dan tentu saja (4). memperluas pangsa pembaca dengan membentuk pembaca potensial.

win-win! jadi, itulah jawaban atas pertanyaan pada judul tulisan ini :)

-dbu-

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>